Selasa, 02 Februari 2016

Kudeta

Kudeta adalah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusional berupa "penggambilalihan kekuasaan", "penggulingan kekuasaan" sebuah pemerintahan negara dengan menyerang (strategis, taktis, politis) legitimasi pemerintahan kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintahan yang digulingkan. Kudeta akan sukses bila terlebih dahulu dapat melakukan konsolidasi dalam membangun adanya legitimasi sebagai persetujuan dari rakyat serta telah mendapat dukungan atau partisipasi dari pihak non-militer dan militer (tentara) [1].

Selain kudeta  dalam skala yang besar, ternyata bila kita amati ada juga kudeta dalam sekala kecil, baik di organisasi pemerintahan ataupun swasta. Kudeta jenis ini tidak akan mengkonsolidisi rakyat/militer dalam jumlah besar, bahkan seringnya tidak memperlihatkan tindak kekerasan sama sekali.

Kudeta bisa dilakukan dengan menggunakan kekuatan hukum, misalnya mencari-cari kesalahan orang yang berkuasa kemudian memperkarakannya sebagai suatu tindakan yang melanggar hukum, dengan harapan orang yang berkuasa tersebut terkena sanksi hukum. Sama seperti kudeta skala besar, kudeta dalam skala kecil ini juga kadang memunculkan korban yang tidak bersalah (atau korban yang kesalahannya kecil).

Cerita tentang kudeta, juga ada kudeta yang menggunakan kekuatan hitam (black magic) seperti tenun/santet, tentunya cara ini ditempuh untuk menghindari jeratan hukum, Karena sampai sekarang sepertinya belum ada hukum positif yang bisa memperkarakan meninggalnya seseorang karena hal-hal yang aneh, walaupun kadang secara kedokteran bisa dibuktikan adanya benda asing di dalam tubuh (misalnya paku, kaca dsb) melalui roentgen, USG, CT-Scan, tetapi untuk membuktikan pelakunya secara hukum tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan pembunuhan menggunakan racun Sianida yang pernah terjadi di sebuah cafe di Jakarta, besar kemungkinan pelakunya mengira bahwa jejak sianida belum bisa dirunut/diungkap oleh aparat penegak hukum kita, tetapi anggapan itu salah.

Note:

  1. Menjadi korban atau terpidana ataupun sampai meninggal bisa dinilai dari dua sisi, bila dilihat dari sisi dunia maka itu adalah kesengsaraan hidup, tapi bila dilihat sisi akhirat maka sebenarnya mereka adalah orang-orang yang cukup beruntung, kemungkinan kesalahan mereka sudah ditebus, hingga tidak ada lagi dosa yang perlu untuk dibawa mati.
  2. Bila ada yang meninggal karena santet/tenun semoga mereka meninggal dengan khusnul khotimah, urusan mereka di dunia sudah selesai, semoga mereka bahagia di alam kubur, yang bersedih adalah orang-orang yang mereka tinggalkan. Orang yang mengirimkan santet/tenun ada kemungkinan akan merasakan sakit yang lama, terbaring berbulan-bulan atapun bertahun-tahun di rumah sakit.
  3. Orang yang merasa sakit bertahun-tahun kadang –kadang doanya juga aneh, dia berdoa ingin segera meninggal.
  4. Saya penah melihat orang tua berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat, terlihat senyum lebar di mulutnya….ternyata dia sangat bahagia karena bisa berjalan lagi…karena sebelumnya terbaring selama 3 bulan karena menderita stroke (lumpuh separuh).
  5. Kudeta juga bisa terjadi pada lingkungan keluarga karena perebutan harta ataupun warisan.
  6. Pernah ada suatu cerita tentang kudeta seorang sahabat. Seorang pengusaha menitipkan rumah, tempat usahanya pada sahabatnya karena dia akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negri, setelah beberapa minggu pengusaha tersebut pulang, betapa kagetnya dia setalah tahu bahwa aset-aset berharganya sudah balik nama atas nama sahabatnya.


Referensi:
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Kudeta

Senin, 01 Juni 2015

Pembangunan PLTN ….. Haruskah Terus Diperjuangkan ?

Dalam sebuah sesi coffe break sebuah training duduk seorang ibu setengah tua, agak gemuk, berjilbab, berwajah khas timur tengah, beliau berasal dari Uni Emirat Arab, Negara yang sedang membangun PLTN. 

Aku pun bertanya:
Do you have anti-nuclear organization in your country?

Ibu tesebut menjawab:
We had made socialization of nuclear power plant to our society in our country…. There were many many questions….. after we answered those questions….and explained……no one said NO to nuclear power plant program
Tepat di depan kami duduk orang yang sudah berumur dari Jerman, berperawakan agak kurus, berwajah intelek layaknya seorang profesor, beliau adalah pengajar dari training tersebut, umurnya sudah 63 tahun, umur yang tidak muda lagi, badan yang terlihat sehat dan masih berjalan tegap menunjukkan bagusnya standar kesehatan di negaranya, umur 63 tahun masih bekerja,  usia pensiun di negaranya adalah 65 tahun.

Saya pun berkomentar:
It’s so different with your country, it’s may be the big difference between a kingdom country and democratic country?
Beliaupun menanggapi:
anything could be happened, 20 years ago we didn’t have anti-nuclear movement, its about political decision, now we had installed 40 Giga watt solar and wind power generation, its really huge, now we focus on how to save that big amount of electricity.
Melihat fakta bahwa organisasi anti nuklir begitu mampu untuk mempengaruhi rakyat, demo pun muncul untuk menolak pembangunan PLTN, tapi bukankah PLTN di negri ini hanyalah diversifikasi dari pembangkitan listrik yang sudah beroperasi, waktu lama yang diperlukan dari tapak hingga operasi yang melebihi siklus politik (5 tahun) membuat para pengambil kebijakan kesulitan mengambilnya sebagai langkah politik (opsi pencitraan), PLTN nya belum menghasilkan listrik (manfaat) tapi biaya sudah keluar banyak, belum lagi penolakan dari rakyat bisa membuat suara mereka lari.

Menurut saya negri kita sudah pada jalan yang tepat (on-track) pada penggunanan nuklir di bidang aplikasi industri dan kesehatan, penelitan (AAN, iradiasi), produksi isotop. Bukankah metode produksi isotop hanya bisa menggunakan teknologi nuklir (reaktor / akselrator / cyclotron)?.... yang kesemuanya berkatian dengan radiasi dan material radioaktif. Penggunaan energi nuklir di bidang ini bukan lagi sebagai metode deversifikasi, yang bisa digantikan dengan cara lain, yang sebaiknya kita lakukan adalah meningkatkan kapasitas produksi dan pemasarannya.

Note:
Tapak-tapak PLTN setelah berlalunya jaman orba selalu mengundang penolakan (demo), kecuali reaktor riset yang sudah ada, mungkin itu juga sebabnya tapak HTGR diletakkan di dekat reaktor riset tersebut.

Pakar dari jerman tersebut menjawab pertanyaan lama saya:
“why in fukushima accident after they ran out of electricity from the battery to drive the cooling pump, then they failed to operate diesel-generator coz the fuel tank was gone, they didn’t use the electricity from the main turbine-generator (electricity) to drive cooling pump, there were steam generated from the decay heat?”

Beliau menjawab:
“may be they need to activated many auxiliary system to operate the main turbine-generator system, but actualy in fukushima unit 2 and 3, there were another small turbine system that connected directly to water pump, it was working properly. After the pressure of the main steam decreased and decreased, they decided to close the valve of that pump, coz they thought this turbine-pump was not working optimally, because they has another pump working. Then after a period of time they realized that pump is not enough, they saw pressure was increased, they tried to open the valve again….but they failed…may be becase the electricity system has failed to open that valve.”

related post:
arifisnaeni.blogspot.com/2012/02/sejarah-perkembangan-teknologi-nuklir.html

Minggu, 07 Desember 2014

Fukushima, kisahmu dulu…


Entah kenapa malam ini saya ingin menulis cerita lama….. luka lama….….

Kecelakaan reaktor nuklir bagi orang nuklir itu…seperti nelayan yang perahunya diledakkan/dibakar …ataupun playboy yang dikebiri.. hehe.

Kembali ke laptop …..eh topik. Biar gak njlimet pembahasannya, kita pake bahasa yang sederhana aja ya. Apa itu PLTN/reaktor nuklir? Sama seperti PLTU batu bara… air dipanasin keluar uap, uapnya buat nggerakin kipas besar (turbin)…kipasnya nggerakkin dinamo besar (generator), jadi deh listrik…. Bedanya cuman kalo di PLTU, airnya dipanasin pake batu bara,  di PLTN airnya dipanasin pake reaksi fisi berantai (Uranium).

Kalo kita mematikan kompor, kompornya nggak langsung dingin kan bro, begitu juga reaktor nuklir. reaktor bagaikan kompor listrik yang sangat gede, 1.200.000.000 Watt (termal), kalo dimatikan  masih ada 3% nya atau sekitar  36.000.000 watt, bayangin aja, kalo kita punya setrika 300 watt itu udah panas banget… gimana kalo 36.000.000/300 = 120.000 setrika. 120.000 setrika kalo dinyalakan berjamaah.. bareng2 maksudnya... kayak apa tu panasnya.

Makanya reaktor itu setelah dimatikan perlu didinginin pake air, airnya biar ngalir terus ya pakai pompa, pompanya biar muter terus ya pake listrik, nah pada kecelakaan Fukushima. Awalnya pompa dinyalain pake aki selama 8 jam, selanjutnya pake genset…. malangnya genset yang buat muter pompa itu gak bisa dinyalakan karena tangki bensinnya hanyut kebawa banjir (tsunami)…. malangnya lagi kabel listrik pada putus juga karena tiang lisriknya pada rubuh… kena banjir (tsunami).. sehingga tidak ada pasokan listrik dari tempat lain...jadi deh tu reaktor kepanasen dan meleleh.

Tapi ada tanya di dalam hati… kenapa tidak pake listrik dari generator yang besarnya 3% itu buat muter pompa?.... uapnya malah cuman dibuang nggak dipake muter turbin ?.... sampai sekarang saya tak tahu jawabnya?

Note (yang ini bahasanya agak ngenjinering)
  1. Chernobyl dulu berencana memakai sisa putaran turbin dan tekanan uap dari 3% daya setelah shutdown untuk memutar pompa pendingin.
  2. Desain Eropa lebih paranoid lagi, mereka sudah menyiapkan alat untuk merekombinasikan gas Hidrogen yang terbentuk. Ada juga core capture, semacam tempat yang sudah disediakan apabila teras reaktor meleleh, mencegah kebocoran/release ke lingkungan.


Selasa, 16 September 2014

Untuk Apa Sekolah Lagi?

Kadang muncul pertanyaan pada diri kita, buat apa sekolah tinggi-tinggi? atau buat yang sudah bekerja buat apa sekolah/kuliah lagi?

ada sebuah artikel yang cukup menarik dari buku Al Arabiya Bayna Yadaik, buku yang saya gunakan untuk belajar bahasa arab:

تعليم بين الماضي و الحاضر


terjemahan bebas pada paragraf terakhir dari tulisan di atas:
"Jaman dulu guru tidak mengharapkan bayaran kecuali mengharap ridho Allah, tetapi saat ini banyak guru yang mengharapkan mendapatkan gaji yang besar. Saat ini murid lebih memikirkan ijazah dibandingkan dengan ilmu, karena ijazah adalah alat untuk melamar pekerjaan"

kadang saya bertanya kepada rekan-rekan saya di kantor saat mereka akan/selesai tugas belajar (S2 atau S3).

Buat apa sih melanjutkan sekolah? apakah alasannya satu dari hal ini?

  1. menambah status sosial. ....punya titel Master atau Doktor kan keren tuh :-)

  2. menambah peluang untuk mendapatkan posisi/jabatan yang lebih tinggi.

  3. mencari tambahan uang dari beasiswa.

  4. biar bisa jalan-jalan ke luar negeri

  5. bosen di kantor terus...ganti suasana

atau ada alasan lain?

kadang-kadang mereka menjawab "bosen di kantor terus" ataupun ada juga yang menjawab "untuk menambah peluang mendapatkan posisi/jabatan yang lebih tinggi"

tetapi ada jawaban lain ketika pertanyaan tersebut saya utarakan kepada salah seorang senior saya di kantor saat yang bersangkutan akan berangkat melanjutkan kuliah ke jenjang Doktoral (S-3). Mungkin karena yang bersangkutan adalah anak kiai jadi jawabannya agak lain:

Jawaban senior saya tersebut:
Saya kuliah lagi untuk mencari ilmu, karena Allah sudah berjanji "Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang berilmu beberapa derajat" nah saya juga belum tau diangkat derajatnya itu dalam bentuk apa? apakah status sosial atau jabatan atau uang.

sebagaimana terdapat pada (Q.S. al-Mujadalah[58]: 11)

unduhan


Artinya:
"... niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat..."
(Q.S. al-Mujadalah[58]: 11)

Kamis, 22 Agustus 2013

Perang

World-War-2

Hampir semua Negara di muka bumi ini pernah merasakan pahitnya perang, tapi perang terus saja terjadi di muka bumi ini,

Semut terinjak diantara dua gajah yang bertarung, memang rakyat kecil lah yang paling menderita karena perang,  begitu juga dengan para serdadu, saya masih ingat dalam suatu wawancara (siaran TV) , seorang Veteran (perang dunia ke 2 yang cacat, hanya memiliki sebelah kaki) dia mengatakan:
Aku tidak pernah membenci musuhku dalam pertempuran (prajurit musuh), mereka hanya tentara yang melaksanakan tugas...yang kubenci adalah keputusan para politisi yang menginginkan perang.
Guru saya pernah bilang: perbedaan kelompok, golongan, suku, ras, agama, kepercayaan itu adalah hal yang biasa, tetapi ketika itu masuk dimensi politik hal tersebut akan terasa berbeda, perbedaan tersebut dapat memanaskan situasi, hal tersebut bisa kita rasakan saat masa-masa pemilu atau pilkada. Masih ingatkah kita bahwa awal terbentuknya Sunni dan Syiah juga tidak lepas dari masalah politik.

Ternyata ada diantara manusia yang diwarisi dengan pandangan politik dan dendam, mungkin balita Palestina dan Israel akan bermain bersama jika mereka dikumpulkan, tetapi permusuhan bisa terjadi jika mereka telah dewasa. Itulah mengapa perang yang sudah terlanjur terjadi sangat sulit untuk dihentikan, luka dan dendam semakin dalam seiring dengan terus berkecamuknya perang.

Tapi berhentinya perang bukan hal yang tidak mungkin, masih ingatkah kita perang dunia ke-2, saat itu negara-negara Eropa porak-poranda, mereka saling serang, tapi kini mereka  bisa bekerja sama dalam bidang ekonomi dan hankam dalam bendera Uni-Eropa. mungkinkah itu terjadi di timur tengah dan nanti terbentuk menjadi Uni-Middle-East ???......mungkin saja, tapi entah kapan, ada yang bilang kalau era minyak bumi sudah selesai, jadi:
  1. Negara-negara Adikuasa itu sudah enggan untuk turut campur urusan politik timur tengah, karena tidak perlu lagi mengamankan suplai minyak dari timur tengah.
  2. Mereka tidak lagi memilik uang melimpah (dari minyak) yang bisa dipakai untuk membeli senjata.
Catatan:
  1. Perang akan semakin mematikan dengan perkembangan teknologi, misalnya penemuan bom nuklir/bom atom, tapi ingat bom atom hanya pernah digunaan 2 kali dalam perang yaitu dalam perang dunia ke-2 di Jepang (Nagasaki dan Hiroshima) dan korbannya sangat banyak. setelah itu bom atom belum pernah digunakan lagi dalam perangan (kecuali percobaan). Semoga bom atom tidak akan pernah lagi digunakan dalam peperangan.
  2. Negara-negara adikuasa itu malas mengurusi isu nuklir korea utara dan permusuhannya dengan korea selatan karena di sana tidak ada kepentingan (baca: tidak ada minyak bumi)
  3. Beberapa teknologi yang kita gunakan saat ini dulunya dipersiapakan sebagai teknologi perang, misalnya teknologi internet, GPS.
  4. Semua manusia adalah keturunan Adam, apa dan siapapun mereka hakekatnya mereka adalah saudara kita.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Hamil di Luar Nikah

Mungkin ada di antara kita yang pernah mendengar perkataan:

katanya anak baik-baik kok hamil di luar nikah ??

ataupun :

kayaknya baru dua bulan  nikah kok hamilnya sudah segede itu ya, jangan-jangan MBA (married by accident) ??
itulah kata-kata yang mungkin pernah kita dengar, berkaitan dengan pezina yang perempuannya kemudian hamil, label yang begitu buruk (nama buruk), tetapi  menurut saya mereka memang melakukan kesalahan (zina) tapi kemudian mereka  sadar, jadi mendingan lah masih sadar, mengapa begitu?
karena yang lebih nakal setelah mereka ber-zina dan hamil di luar nikah, mereka dengan beraninya melakukan kesalahan lagi yaitu "aborsi".....jadinya orang-orang yang lebih nakal itu tidak pernah terlihat hamil di luar nikah...

orang-orang yang sadar itu (setelah melakukan kesalahan) berani bertanggung jawab, menurutku itu membutuhkan keberanian yang besar, karena berani menanggung malu (hamil di luar nikah), bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi keluarganya.

kebetulan ibu saya adalah seorang bidan, beliau pernah bercerita kalau didatangi seorang pasien yang ingin menggugurkan kandungan anak perempuannya (remaja) karena hamil di luar nikah, ibu saya pun menjawab:
maaf kalo ilmu yang semacam itu dulu tidak saya dalami, jadi tidak paham
catatan:
  • kita adalah manusia biasa (bukan nabi/rasul), manusia yang pernah melakukan salah dan dosa.
  • semoga kita senantiasa bisa bertobat dari kesalahan-kesalahan kita.
  • aborsi dibolehkan/legal apabila kehamilan tersebut membahayakan nyawa ibu yang hamil.

Sabtu, 19 Januari 2013

MOLIMO

MOLIMO adalah falsafah jawa yang terdiri dari 5 unsur yang bisa merusak hidup dan peradaban, yaitu:
  1. Maling:  mencuri, termasuk di dalamnya korupsi.
  2. Main: judi.
  3. Madat: penyalahgunaan obat-obatan terlarang, narkoba.
  4. Mabuk: minum alkohol.
  5. Madon: main perempuan, prostitusi.
di beberapa negara sekuler, walaupun beberapa elemen molimo nya dilakukan.... ekonominya maju, salah satunya karena elemen Yudikatif nya berjalan sesuai aturan.......di luar konteks apakah saya setuju dengan sistem hukumnya atau tidak...... beberapa elemen molimo tersebut adalah:
  1. Mabuk: Alkohol legal dan dikenakan pajak
  2. Madon: hubungan suka sama suka, hidup bersama tanpa menikah, bahkan prostitusi dan pornografi legal, serta dikenakan pajak. Silahkan baca di sini: us.dunia.news.viva.co.id  dan di sini: en.wikipedia.org .............bahkan ada negara yang memperbolehkan pernikahan sejenis, silahkan baca di sini merdeka.com ....negara2 tersebut pada umumnya memiliki pertumbuhan penduduk negatif, untuk mengatasi kehamilan yang tidak diinginkan digunakan kontrasepsi (termasuk mencegah penyakit menular seksual), ataupun bisa juga dengan aborsi.
  3. Main: judi legal dan dikenakan pajak, silahkan baca di sini.
  4. Madat: ganja di beberapa negara dilegalkan, silahkan baca di kumparan.com dan beritasatu.com
di negara kita cuman alkohol yang legal.... yang juga ikut meningkatkan angka tawuran dan kriminalitas .....di sisi lain korupsi juga tinggi.....sebaliknya di negara yang dibilang "Maju" itu maling (korupsinya) rendah...."walaupun untuk melakukan 4 komponen molimo (tersebut di atas) butuh dana yang tidak sedikit"......kok bisa ya?? .......ada yang bilang itulah gaya hidup "Profesional" ...... mereka bisa mengatur waktu.......kapan kerja keras kapan bermaksiat/foya-foya.....

Hakimnya tidak mabuk saat sidang.....kalau mau mabuk saat pesta atau weekend aja ...apa gitu ???

Dulu waktu saya berkunjung ke sebuah negara maju.....dalam sebuah acara training...seorang Profesor tua terlihat mabuk saat acara pesta penutupan....bisa dibayangkan bila dia mabuk saat mengajar mahasiswa atau sedang berada di laboratorium :-)

yang saya tahu molimo bisa merugikan dunia dan akhirat........

-- 0 --

apakah kemajuan ekonomi mereka banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang terkendali (dan cenderung negatif), sehingga:
  • Hunian tidak menjadi masalah besar, diantaranya orang desa tidak perlu ke kota karena lahan pertanian yang tidak semakin sempit.
  • Akan ada relatif banyak pekerja yang pensiun, lapangan kerja lebih luas, tingkat pengangguran lebih rendah.
  • kebutuhan peningkatan bangku sekolah tidak ada.
  • jika mereka berkeluarga (termasuk hidup bersama tanpa menikah), anggota keluarganya cenderung kecil, sehingga sang pencari nafkah tidak perlu pontang-panting untuk menghidupi mereka, termasuk didalamnya melakukan hal-hal ilegal (penipuan, kkn, dsb).
  • orang tua tidak terlalu pusing memikirkan biaya pendidikan anak.
Nb:
  • Tidak semua negara maju memberikan aturan yang sama untuk elemen molimo tersebut.
  • Negara maju bukan negara yang  bebas korupsi, tapi persentase korupsinya cenderung rendah, silahkan lihat di sini wikipedia.org
  • Tidak semua negara sekuler adalah negara maju.
  • Sebagian besar negara sekuler tersebut tidak setuju dengan adanya hukuman mati (putusan pengadilan), tetapi di antara mereka ada yang melegalkan aborsi, bagi saya aborsi sama dengan pembunuhan.
  • 70 Persen Kecelakaan Mematikan di Amerika akibat Pengaruh Alkohol (kompas.com)
  • Orang yang tidak menikah memang bisa cenderung lebih profesional dalam bekerja, lebih bebas mengatur waktu dalam bekerja, .....tapi bisa juga sebaliknya, lebih malas bekerja karena tanggungan hidupnya tidak banyak..... tapi ya mungkin bisa lebih jujur dalam bekerja karena kebutuhan hidupnya tidak seperti orang yang harus menghidupi anak dan istri.