Selasa, 15 Maret 2016

Rapat di Hotel, Warisan Hutang

Pelaksanaan rapat di hotel merupakan kegiatan yang sudah direncanakan tahun sebelumnya, tujuannya agar roda perekonomian tetap berjalan, hotel mendapatkan pemasukan, industri penyokong hotel juga akan terkena imbasnya. Pasca kebijakan larangan rapat di hotel, bisnis perhotelan di tanah air sempat anjlok, salah satunya dipicu menurunnya okupansi atau tingkat hunian di sejumlah hotel di Tanah Air [1]. Langkah MenPAN-RB yang akhirnya melunak juga diperkirakan memberikan efek berantai di luar perhotelan, yaitu sektor akomodasi, food and beverage sampai souvenir [1]. Pendapatan hotel di daerah mencapai 70-80% dari penyelenggaraan rapat oleh instansi pemerintah [2].

Pertemuan/rapat di luar kantor dengan menggunakan fasilitas hotel,villa,cottage,resort, atau fasilitas ruang gedung lainnya yang bukan milik pemerintah dapat dilaksanakan secara selektif, apabila memenuhi kriteria di antaranya pertemuan yang memiliki urgensi tinggi terkait dengan pembahasan materi bersifat strategis atau memerlukan koordinasi lintas sektoral, memerlukan penyelesaian secara cepat, mendesak, dan terus-menerus (simultan), sehingga memerlukan waktu penyelesaian di luar kantor. Selain itu, tidak tersedia ruang rapat kantor milik sendiri atau instansi pemerintah di wilayah tersebut, sehingga memerlukan waktu penyelesaian di luar kantor dan lokasi tempat penyelenggaraan pertemuan sulit dijangkau oleh peserta baik sarana transportasi maupun waktu perjalanan [3].

PNS rapat di hotel berbintang supaya dapat uang tambahan, untuk rapat di luar kota, seorang PNS bisa mendapat uang tambahan sekitar Rp 200-300 ribu. Sementara untuk di dalam kota Rp 150 ribu [5]. Selain rapat di hotel PNS juga bisa mendapatkan honor tambahan dari kerja lembur. Saya sih suka dengan tambahan honornya …hehehe.. tapi klo boleh jujur lebih suka dengan yang diterapkan di Pemda Jakarta saat ini [6]. Pemda Jakarta saat ini melarang rapat di hotel tetapi memberikan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang fantastis, berkisar 4 juta s.d 42 juta [7]. TKD nilainya lebih besar dibandingkan Tunjangan Kinerja (TUKIN). Berikut ditampilkan daftar uang harian [12]

Mungkin ada yang mengatakan, rapat di hotel merupakan pemborosan dana. Sebagaimana pada tahun 2015, rapat di hotel menghasilkan  pemborosan Rp 5,122 triliun ini berdasarkan laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) [4].


Boros atau tidak, efisien atau tidak efisien sangat bersifat relatif, dari tabel di atas dapat dilihat untuk menyelenggarakan rapat sehari penuh (fullday) diperlukan dana Rp 210 ribu s.d 360 ribu per orang, sedangkan apabila sampai malam diperlukan dana Rp 520 ribu s.d satu juta. Bagaimana bila kita melihat keuangan negara pada sisi yang lain, yaitu sisi Utang Luar Negri.

Utang Luar Negri (ULN) sektor publik meningkat 6,6% sehingga posisinya pada akhir triwulan IV 2015 menjadi sebesar USD143,009  miliar [8]. ULN cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Utang Pemerintah dan Bank Sentral USD 143 miliar, bila kita hitung dengan kurs saat ini (15 Maret 2016) [10]:

1 USD = Rp. 13.157,- maka Utang Pemerintah dan Bank Sentral adalah :
143.000.000.000 X 13.157 = Rp. 1.881.451.000.000.000,-
Jumlah Utangnya 1.881 Triliun.
Banyak banged...bagaimana kalau kita bagi dengan jumlah penduduk:

Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2013 [11]

Jika Utang tersebut dibagi dengan jumlah penduduk, maka akan didapatkan:
Rp. 1.881.451.000.000.000 / 249.900.000 = Rp. 7.528.815
kalau bagi-bagi hutang maka tiap Warga Negara Indonesia memiliki hutang tujuh setengah juta....mau?

Bila anda pernah memiliki hutang/kredit, apalagi jumlahnya cukup besar, misalnya kredit hunian (rumah, apartemen) ataupun kendaraan (motor, mobil). Mau tidak mau anda harus mengalokasikan sebagian pendapatan anda untuk membayar/mencicil hutang, dan tentunya dibarengi dengan jumlah hutang yang turun dari tahun ke tahun.

Catatan:

  1. Salah satu tujuan rapat dihotel memang untuk realisasi dana, realisasi berarti pelaksanaan dari perencanaan tahun sebelumnya.
  2. Instruksi realisasi dana ini berjenjang, saya akan mendapatkan instruksi dari atasan saya, atasan saya akan mendapatkan instruksi dari atasannya, dan begitu seterusnya.
  3. Entah alokasi dana di mana saja yang bisa dianggap sebagai pemborosan, tetapi alangkah baiknya kalau pemborosan dikurangi dan digunakan untuk mencicil hutang, agar digit hutang tidak cenderung naik setiap tahun. Menerima warisan hutang adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan
  4. Sorry to say....kepada generasi penerus, maaf bila saya juga ikut andil dalam menambah jumlah Utang Luar Negri yang nilainya dari tahun ke tahun cenderung naik..upps :-p
  5. Rapat di hotel memang menyenangkan bisa makan dengan menu prasmanan kayak menu kondangan....tapi kadang-kadang bosen juga karena harus pindah-pindah dari kantor ke hotel, pindah dari satu hotel ke hotel yang lain...waktunya habis untuk transportasi dan menyiapkan perlengkapan rapat.
  6. Saya jadi teringat "Power of Giving" apa karena para pengusaha tersebut telah merelakan 10 persen dari pendapatan mereka untuk membayar pajak sehingga ada imbas balik ke usaha mereka...kalau dilihat dari sisi lain pengeluaran hotel juga balik lagi ke pemasukan pajak tapi ya cuman 10 persen.
  7. Secara nalar bisa dikatakan bahwa hanya yang kaya yang bisa berhutang banyak, karena mereka memiliki agunan, kalau Indonesia agunannya ya kekayaan alam. Akan sangat sulit bagi negara-negara yang dilanda kelaparan ataupun perang berkepanjangan untuk mengajukan hutang dalam jumlah besar.
  8. Hutang yang telalu banyak bisa membuat suatu negara bangkrut. Seperti yang tejadi di Yunani, akibatnya pemerintah mengambil inisiatif menurunkan gaji pegawai, menaikan pajak, menunda dana pensiun dan memangkas anggaran militer [13]. Saya belum bisa membayangkan kalau gaji dipotong dan dana pensiun jadi nggak jelas....
Referensi:
[1] http://ekbis.sindonews.com/read/990652/34/pengusaha-lega-larangan-rapat-di-hotel-dicabut-1429260805
[2] http://finance.detik.com/read/2015/04/05/133141/2878319/4/pengusaha-hotel-di-daerah-70-80-pendapatan-hotel-dari-rapat-pns
[3] http://www.antaranews.com/berita/490697/menteri-pariwisata-apresiasi-pencabutan-larangan-rapat-di-hotel
[4] http://finance.detik.com/read/2015/02/17/155025/2835632/4/rapat-di-hotel-boros-rp-51-triliun-ini-perintah-jokowi-ke-menteri-yuddy
[5] http://finance.detik.com/read/2014/09/26/131858/2702200/4/pns-rapat-di-hotel-berbintang-supaya-dapat-uang-tambahan
[6] http://news.detik.com/berita/2877538/larangan-pns-rapat-di-hotel-dicabut-ahok-pakai-gedung-wali-kota-saja
[7] http://setagu.net/tunjangan-kinerja-daerah-tkd-dki-jakarta-2015/
[8] http://www.djppr.kemenkeu.go.id/page/loadViewer?idViewer=5788&action=download
[9] http://www.kemenkeu.go.id/katalogdata
[10] https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=USD+to+IDR
[11] https://www.google.co.id/search?q=jumlah+penduduk+indonesia&oq=jumlah+penduduk+indonesia&aqs=chrome..69i57.4819j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8
[12] http://www.lppm.itb.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/SBM_2016.PDF
[13] http://www.bersatulah.com/2015/07/7-negara-paling-bangkrut-di-dunia.html

Selasa, 02 Februari 2016

Kudeta

Kudeta adalah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusional berupa "penggambilalihan kekuasaan", "penggulingan kekuasaan" sebuah pemerintahan negara dengan menyerang (strategis, taktis, politis) legitimasi pemerintahan kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintahan yang digulingkan. Kudeta akan sukses bila terlebih dahulu dapat melakukan konsolidasi dalam membangun adanya legitimasi sebagai persetujuan dari rakyat serta telah mendapat dukungan atau partisipasi dari pihak non-militer dan militer (tentara) [1].

Selain kudeta  dalam skala yang besar, ternyata bila kita amati ada juga kudeta dalam sekala kecil, baik di organisasi pemerintahan ataupun swasta. Kudeta jenis ini tidak akan mengkonsolidisi rakyat/militer dalam jumlah besar, bahkan seringnya tidak memperlihatkan tindak kekerasan sama sekali.

Kudeta bisa dilakukan dengan menggunakan kekuatan hukum, misalnya mencari-cari kesalahan orang yang berkuasa kemudian memperkarakannya sebagai suatu tindakan yang melanggar hukum, dengan harapan orang yang berkuasa tersebut terkena sanksi hukum. Sama seperti kudeta skala besar, kudeta dalam skala kecil ini juga kadang memunculkan korban yang tidak bersalah (atau korban yang kesalahannya kecil).

Cerita tentang kudeta, juga ada kudeta yang menggunakan kekuatan hitam (black magic) seperti tenun/santet, tentunya cara ini ditempuh untuk menghindari jeratan hukum, Karena sampai sekarang sepertinya belum ada hukum positif yang bisa memperkarakan meninggalnya seseorang karena hal-hal yang aneh, walaupun kadang secara kedokteran bisa dibuktikan adanya benda asing di dalam tubuh (misalnya paku, kaca dsb) melalui roentgen, USG, CT-Scan, tetapi untuk membuktikan pelakunya secara hukum tidak bisa dilakukan. Berbeda dengan pembunuhan menggunakan racun Sianida yang pernah terjadi di sebuah cafe di Jakarta, besar kemungkinan pelakunya mengira bahwa jejak sianida belum bisa dirunut/diungkap oleh aparat penegak hukum kita, tetapi anggapan itu salah.

Note:

  1. Menjadi korban atau terpidana ataupun sampai meninggal bisa dinilai dari dua sisi, bila dilihat dari sisi dunia maka itu adalah kesengsaraan hidup, tapi bila dilihat sisi akhirat maka sebenarnya mereka adalah orang-orang yang cukup beruntung, kemungkinan kesalahan mereka sudah ditebus, hingga tidak ada lagi dosa yang perlu untuk dibawa mati.
  2. Bila ada yang meninggal karena santet/tenun semoga mereka meninggal dengan khusnul khotimah, urusan mereka di dunia sudah selesai, semoga mereka bahagia di alam kubur, yang bersedih adalah orang-orang yang mereka tinggalkan. Orang yang mengirimkan santet/tenun ada kemungkinan akan merasakan sakit yang lama, terbaring berbulan-bulan atapun bertahun-tahun di rumah sakit.
  3. Orang yang merasa sakit bertahun-tahun kadang –kadang doanya juga aneh, dia berdoa ingin segera meninggal.
  4. Saya penah melihat orang tua berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat, terlihat senyum lebar di mulutnya….ternyata dia sangat bahagia karena bisa berjalan lagi…karena sebelumnya terbaring selama 3 bulan karena menderita stroke (lumpuh separuh).
  5. Kudeta juga bisa terjadi pada lingkungan keluarga karena perebutan harta ataupun warisan.
  6. Pernah ada suatu cerita tentang kudeta seorang sahabat. Seorang pengusaha menitipkan rumah, tempat usahanya pada sahabatnya karena dia akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negri, setelah beberapa minggu pengusaha tersebut pulang, betapa kagetnya dia setalah tahu bahwa aset-aset berharganya sudah balik nama atas nama sahabatnya.


Referensi:
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Kudeta

Senin, 01 Juni 2015

Pembangunan PLTN ….. Haruskah Terus Diperjuangkan ?

Dalam sebuah sesi coffe break sebuah training duduk seorang ibu setengah tua, agak gemuk, berjilbab, berwajah khas timur tengah, beliau berasal dari Uni Emirat Arab, Negara yang sedang membangun PLTN. 

Aku pun bertanya:
Do you have anti-nuclear organization in your country?

Ibu tesebut menjawab:
We had made socialization of nuclear power plant to our society in our country…. There were many many questions….. after we answered those questions….and explained……no one said NO to nuclear power plant program
Tepat di depan kami duduk orang yang sudah berumur dari Jerman, berperawakan agak kurus, berwajah intelek layaknya seorang profesor, beliau adalah pengajar dari training tersebut, umurnya sudah 63 tahun, umur yang tidak muda lagi, badan yang terlihat sehat dan masih berjalan tegap menunjukkan bagusnya standar kesehatan di negaranya, umur 63 tahun masih bekerja,  usia pensiun di negaranya adalah 65 tahun.

Saya pun berkomentar:
It’s so different with your country, it’s may be the big difference between a kingdom country and democratic country?
Beliaupun menanggapi:
anything could be happened, 20 years ago we didn’t have anti-nuclear movement, its about political decision, now we had installed 40 Giga watt solar and wind power generation, its really huge, now we focus on how to save that big amount of electricity.
Melihat fakta bahwa organisasi anti nuklir begitu mampu untuk mempengaruhi rakyat, demo pun muncul untuk menolak pembangunan PLTN, tapi bukankah PLTN di negri ini hanyalah diversifikasi dari pembangkitan listrik yang sudah beroperasi, waktu lama yang diperlukan dari tapak hingga operasi yang melebihi siklus politik (5 tahun) membuat para pengambil kebijakan kesulitan mengambilnya sebagai langkah politik (opsi pencitraan), PLTN nya belum menghasilkan listrik (manfaat) tapi biaya sudah keluar banyak, belum lagi penolakan dari rakyat bisa membuat suara mereka lari.

Menurut saya negri kita sudah pada jalan yang tepat (on-track) pada penggunanan nuklir di bidang aplikasi industri dan kesehatan, penelitan (AAN, iradiasi), produksi isotop. Bukankah metode produksi isotop hanya bisa menggunakan teknologi nuklir (reaktor / akselrator / cyclotron)?.... yang kesemuanya berkatian dengan radiasi dan material radioaktif. Penggunaan energi nuklir di bidang ini bukan lagi sebagai metode deversifikasi, yang bisa digantikan dengan cara lain, yang sebaiknya kita lakukan adalah meningkatkan kapasitas produksi dan pemasarannya.

Note:
Tapak-tapak PLTN setelah berlalunya jaman orba selalu mengundang penolakan (demo), kecuali reaktor riset yang sudah ada, mungkin itu juga sebabnya tapak HTGR diletakkan di dekat reaktor riset tersebut.

Pakar dari jerman tersebut menjawab pertanyaan lama saya:
“why in fukushima accident after they ran out of electricity from the battery to drive the cooling pump, then they failed to operate diesel-generator coz the fuel tank was gone, they didn’t use the electricity from the main turbine-generator (electricity) to drive cooling pump, there were steam generated from the decay heat?”

Beliau menjawab:
“may be they need to activated many auxiliary system to operate the main turbine-generator system, but actualy in fukushima unit 2 and 3, there were another small turbine system that connected directly to water pump, it was working properly. After the pressure of the main steam decreased and decreased, they decided to close the valve of that pump, coz they thought this turbine-pump was not working optimally, because they has another pump working. Then after a period of time they realized that pump is not enough, they saw pressure was increased, they tried to open the valve again….but they failed…may be becase the electricity system has failed to open that valve.”

related post:
arifisnaeni.blogspot.com/2012/02/sejarah-perkembangan-teknologi-nuklir.html

Minggu, 07 Desember 2014

Fukushima, kisahmu dulu…


Entah kenapa malam ini saya ingin menulis cerita lama….. luka lama….….

Kecelakaan reaktor nuklir bagi orang nuklir itu…seperti nelayan yang perahunya diledakkan/dibakar …ataupun playboy yang dikebiri.. hehe.

Kembali ke laptop …..eh topik. Biar gak njlimet pembahasannya, kita pake bahasa yang sederhana aja ya. Apa itu PLTN/reaktor nuklir? Sama seperti PLTU batu bara… air dipanasin keluar uap, uapnya buat nggerakin kipas besar (turbin)…kipasnya nggerakkin dinamo besar (generator), jadi deh listrik…. Bedanya cuman kalo di PLTU, airnya dipanasin pake batu bara,  di PLTN airnya dipanasin pake reaksi fisi berantai (Uranium).

Kalo kita mematikan kompor, kompornya nggak langsung dingin kan bro, begitu juga reaktor nuklir. reaktor bagaikan kompor listrik yang sangat gede, 1.200.000.000 Watt (termal), kalo dimatikan  masih ada 3% nya atau sekitar  36.000.000 watt, bayangin aja, kalo kita punya setrika 300 watt itu udah panas banget… gimana kalo 36.000.000/300 = 120.000 setrika. 120.000 setrika kalo dinyalakan berjamaah.. bareng2 maksudnya... kayak apa tu panasnya.

Makanya reaktor itu setelah dimatikan perlu didinginin pake air, airnya biar ngalir terus ya pakai pompa, pompanya biar muter terus ya pake listrik, nah pada kecelakaan Fukushima. Awalnya pompa dinyalain pake aki selama 8 jam, selanjutnya pake genset…. malangnya genset yang buat muter pompa itu gak bisa dinyalakan karena tangki bensinnya hanyut kebawa banjir (tsunami)…. malangnya lagi kabel listrik pada putus juga karena tiang lisriknya pada rubuh… kena banjir (tsunami).. sehingga tidak ada pasokan listrik dari tempat lain...jadi deh tu reaktor kepanasen dan meleleh.

Tapi ada tanya di dalam hati… kenapa tidak pake listrik dari generator yang besarnya 3% itu buat muter pompa?.... uapnya malah cuman dibuang nggak dipake muter turbin ?.... sampai sekarang saya tak tahu jawabnya?

Note (yang ini bahasanya agak ngenjinering)
  1. Chernobyl dulu berencana memakai sisa putaran turbin dan tekanan uap dari 3% daya setelah shutdown untuk memutar pompa pendingin.
  2. Desain Eropa lebih paranoid lagi, mereka sudah menyiapkan alat untuk merekombinasikan gas Hidrogen yang terbentuk. Ada juga core capture, semacam tempat yang sudah disediakan apabila teras reaktor meleleh, mencegah kebocoran/release ke lingkungan.


Selasa, 16 September 2014

Untuk Apa Sekolah Lagi?

Kadang muncul pertanyaan pada diri kita, buat apa sekolah tinggi-tinggi? atau buat yang sudah bekerja buat apa sekolah/kuliah lagi?

ada sebuah artikel yang cukup menarik dari buku Al Arabiya Bayna Yadaik, buku yang saya gunakan untuk belajar bahasa arab:

تعليم بين الماضي و الحاضر


terjemahan bebas pada paragraf terakhir dari tulisan di atas:
"Jaman dulu guru tidak mengharapkan bayaran kecuali mengharap ridho Allah, tetapi saat ini banyak guru yang mengharapkan mendapatkan gaji yang besar. Saat ini murid lebih memikirkan ijazah dibandingkan dengan ilmu, karena ijazah adalah alat untuk melamar pekerjaan"

kadang saya bertanya kepada rekan-rekan saya di kantor saat mereka akan/selesai tugas belajar (S2 atau S3).

Buat apa sih melanjutkan sekolah? apakah alasannya satu dari hal ini?

  1. menambah status sosial. ....punya titel Master atau Doktor kan keren tuh :-)

  2. menambah peluang untuk mendapatkan posisi/jabatan yang lebih tinggi.

  3. mencari tambahan uang dari beasiswa.

  4. biar bisa jalan-jalan ke luar negeri

  5. bosen di kantor terus...ganti suasana

atau ada alasan lain?

kadang-kadang mereka menjawab "bosen di kantor terus" ataupun ada juga yang menjawab "untuk menambah peluang mendapatkan posisi/jabatan yang lebih tinggi"

tetapi ada jawaban lain ketika pertanyaan tersebut saya utarakan kepada salah seorang senior saya di kantor saat yang bersangkutan akan berangkat melanjutkan kuliah ke jenjang Doktoral (S-3). Mungkin karena yang bersangkutan adalah anak kiai jadi jawabannya agak lain:

Jawaban senior saya tersebut:
Saya kuliah lagi untuk mencari ilmu, karena Allah sudah berjanji "Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang berilmu beberapa derajat" nah saya juga belum tau diangkat derajatnya itu dalam bentuk apa? apakah status sosial atau jabatan atau uang.

sebagaimana terdapat pada (Q.S. al-Mujadalah[58]: 11)

unduhan


Artinya:
"... niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat..."
(Q.S. al-Mujadalah[58]: 11)

Kamis, 22 Agustus 2013

Perang

World-War-2

Hampir semua Negara di muka bumi ini pernah merasakan pahitnya perang, tapi perang terus saja terjadi di muka bumi ini,

Semut terinjak diantara dua gajah yang bertarung, memang rakyat kecil lah yang paling menderita karena perang,  begitu juga dengan para serdadu, saya masih ingat dalam suatu wawancara (siaran TV) , seorang Veteran (perang dunia ke 2 yang cacat, hanya memiliki sebelah kaki) dia mengatakan:
Aku tidak pernah membenci musuhku dalam pertempuran (prajurit musuh), mereka hanya tentara yang melaksanakan tugas...yang kubenci adalah keputusan para politisi yang menginginkan perang.
Guru saya pernah bilang: perbedaan kelompok, golongan, suku, ras, agama, kepercayaan itu adalah hal yang biasa, tetapi ketika itu masuk dimensi politik hal tersebut akan terasa berbeda, perbedaan tersebut dapat memanaskan situasi, hal tersebut bisa kita rasakan saat masa-masa pemilu atau pilkada. Masih ingatkah kita bahwa awal terbentuknya Sunni dan Syiah juga tidak lepas dari masalah politik.

Ternyata ada diantara manusia yang diwarisi dengan pandangan politik dan dendam, mungkin balita Palestina dan Israel akan bermain bersama jika mereka dikumpulkan, tetapi permusuhan bisa terjadi jika mereka telah dewasa. Itulah mengapa perang yang sudah terlanjur terjadi sangat sulit untuk dihentikan, luka dan dendam semakin dalam seiring dengan terus berkecamuknya perang.

Tapi berhentinya perang bukan hal yang tidak mungkin, masih ingatkah kita perang dunia ke-2, saat itu negara-negara Eropa porak-poranda, mereka saling serang, tapi kini mereka  bisa bekerja sama dalam bidang ekonomi dan hankam dalam bendera Uni-Eropa. mungkinkah itu terjadi di timur tengah dan nanti terbentuk menjadi Uni-Middle-East ???......mungkin saja, tapi entah kapan, ada yang bilang kalau era minyak bumi sudah selesai, jadi:
  1. Negara-negara Adikuasa itu sudah enggan untuk turut campur urusan politik timur tengah, karena tidak perlu lagi mengamankan suplai minyak dari timur tengah.
  2. Mereka tidak lagi memilik uang melimpah (dari minyak) yang bisa dipakai untuk membeli senjata.
Catatan:
  1. Perang akan semakin mematikan dengan perkembangan teknologi, misalnya penemuan bom nuklir/bom atom, tapi ingat bom atom hanya pernah digunaan 2 kali dalam perang yaitu dalam perang dunia ke-2 di Jepang (Nagasaki dan Hiroshima) dan korbannya sangat banyak. setelah itu bom atom belum pernah digunakan lagi dalam perangan (kecuali percobaan). Semoga bom atom tidak akan pernah lagi digunakan dalam peperangan.
  2. Negara-negara adikuasa itu malas mengurusi isu nuklir korea utara dan permusuhannya dengan korea selatan karena di sana tidak ada kepentingan (baca: tidak ada minyak bumi)
  3. Beberapa teknologi yang kita gunakan saat ini dulunya dipersiapakan sebagai teknologi perang, misalnya teknologi internet, GPS.
  4. Semua manusia adalah keturunan Adam, apa dan siapapun mereka hakekatnya mereka adalah saudara kita.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Hamil di Luar Nikah

Mungkin ada di antara kita yang pernah mendengar perkataan:

katanya anak baik-baik kok hamil di luar nikah ??

ataupun :

kayaknya baru dua bulan  nikah kok hamilnya sudah segede itu ya, jangan-jangan MBA (married by accident) ??
itulah kata-kata yang mungkin pernah kita dengar, berkaitan dengan pezina yang perempuannya kemudian hamil, label yang begitu buruk (nama buruk), tetapi  menurut saya mereka memang melakukan kesalahan (zina) tapi kemudian mereka  sadar, jadi mendingan lah masih sadar, mengapa begitu?
karena yang lebih nakal setelah mereka ber-zina dan hamil di luar nikah, mereka dengan beraninya melakukan kesalahan lagi yaitu "aborsi".....jadinya orang-orang yang lebih nakal itu tidak pernah terlihat hamil di luar nikah...

orang-orang yang sadar itu (setelah melakukan kesalahan) berani bertanggung jawab, menurutku itu membutuhkan keberanian yang besar, karena berani menanggung malu (hamil di luar nikah), bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi keluarganya.

kebetulan ibu saya adalah seorang bidan, beliau pernah bercerita kalau didatangi seorang pasien yang ingin menggugurkan kandungan anak perempuannya (remaja) karena hamil di luar nikah, ibu saya pun menjawab:
maaf kalo ilmu yang semacam itu dulu tidak saya dalami, jadi tidak paham
catatan:
  • kita adalah manusia biasa (bukan nabi/rasul), manusia yang pernah melakukan salah dan dosa.
  • semoga kita senantiasa bisa bertobat dari kesalahan-kesalahan kita.
  • aborsi dibolehkan/legal apabila kehamilan tersebut membahayakan nyawa ibu yang hamil.